Prinsip Pelayanan Kerohanian di Penjara
Isi Artikel Utama
Abstrak
Pelayanan kerohanian di penjaran adalah sebuah pelayanan yang dikhususkan untuk melayani secara spiritual orang-orang yang dipenjarakan karena terlibat kasus kasus kriminal yang melanggar hokum sehingga ditempatkan di dalam Lembaga pemasyarakatan (penjara) untuk menjalani hukuman. Peran aktif Gereja sebagai Tubuh Kristus di bumi sangatlah diperlukan dalam menghidupi pemberitaan Injil yang dimandatkan kepadanya oleh Kristus sebagai kepala Gereja terutama melayani kelompok-kelompok marginal yakni para narapidana. Bentuk pelayanan konkrit yang diberikan tentunya tidak terlepas dari tritugas gereja, yakni Kainonia, Marturia serta Diakonia. Dalam penelitian ini dibatasi pada karya Marturia serta Diakonia gereja bagi narapidana di penjara. Tujuan dari penelitian ini berupaya menggali secara literatur hakekat dan bentuk-bentuk pelayanan kerohanian di penjara. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Referensi
Cook, David J. Menyingkap Dunia Gelap Penjara. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama, 2008.
Hagelberg, Dave Tafsiran Injil Yohanes. Yogyakarta: Andi, 2009
Hardiyanto, Soegeng et al Agama dalam dialog, (Jakarta:BPK Gunung Mulia, 2003
Hemenway, Joane M. Forget Them Not. Wipfnhndstock publisher. Eugene, 2010
Prince, Derek. Suami dan Ayah, Derek Price Indonesia, 2013
Prince, Derek. Bapa sejati, Derek Prince Ministries Indonesia, 2004
McDowell, Josh. Fathers Conection. Jakarta : Metanoia, 2012
Nielsen, J.T. Tafsiran Kitab Injil Matius, BPK. Gunung Mulia. Jakarta, 2012
Wilson. Dunia di balik jeruji, Resist book. Magelang, 2005
Yudianto, Fifi. Dinamika Psychological Well-Being Pada Narapidana, 2011
Yudobusono, S & Aminatus S. Penelitian Diagnostik tentang Persepsi Bekas Narapidana. Yogyakarta : Badan Penelitian dan Pengembangan Sosial, 1995