IMPLEMENTASI KETUNDUKAN ORANG KRISTEN KEPADA PEMERINTAH BERDASARKAN ROMA 13:1–5 DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA
Isi Artikel Utama
Abstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi ketundukan orang Kristen kepada pemerintah berdasarkan Roma 13:1–5 dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Perdebatan mengenai hubungan gereja dan negara masih menjadi isu penting karena di satu sisi Alkitab memerintahkan orang percaya untuk tunduk kepada pemerintah, sementara di sisi lain terdapat situasi ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan yang bertentangan dengan kehendak Allah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Analisis dilakukan melalui pendekatan eksegesis terhadap Roma 13:1–5 dengan memperhatikan konteks historis, gramatikal, dan teologis serta didukung oleh berbagai literatur ilmiah dan hasil penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah merupakan lembaga yang ditetapkan Allah untuk memelihara ketertiban, menegakkan keadilan, dan menghukum pelaku kejahatan. Oleh sebab itu, ketundukan kepada pemerintah merupakan bentuk ketaatan kepada Allah yang diwujudkan melalui kepatuhan terhadap hukum, penghormatan kepada otoritas, partisipasi aktif dalam pembangunan bangsa, pembayaran pajak, serta doa bagi para pemimpin negara. Namun demikian, ketundukan tersebut tidak bersifat mutlak. Ketika pemerintah memerintahkan sesuatu yang bertentangan dengan firman Allah, orang percaya harus mengutamakan ketaatan kepada Allah sebagaimana dinyatakan dalam Kisah Para Rasul 5:29. Dengan demikian, implementasi Roma 13:1–5 menghasilkan keseimbangan antara tanggung jawab sebagai warga Kerajaan Allah dan warga negara yang baik.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Referensi
Angkouw, Semuel Ruddy, dan Daniel Supriyadi. “Bela Negara dalam Perspektif Iman Kristen sebagai Makna Ketundukan terhadap Pemerintah.” Antusias: Jurnal Teologi dan Pelayanan, 2021.
Arifianto, Yonatan Alex, dan Joseph Christ Santo. “Tinjauan Trilogi Kerukunan Umat Beragama Berdasarkan Perspektif Iman Kristen.” Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 1, no. 1 (2020): 1–14.
Creswell, John W., dan J. David Creswell. Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Edisi ke-5. Thousand Oaks: SAGE Publications, 2018.
Foster, Stuart M. The Reception of Romans 13:1–7 during the English Reformation. PhD diss., University of York, 2017.
Hafer, Carleton. “Where Does Obedience to Government End? Understanding Romans 13:1–7.” Eleutheria 5, no. 2 (2021).
Sine, Jefri Lorens A. “Kontekstualisasi Roma 13:1–7: Tanggung Jawab Manusia sebagai Warga Negara Indonesia untuk Membayar Pajak.” Jurnal Apokalupsis, 2025.
Snyder, Hannah. “Literature Review as a Research Methodology: An Overview and Guidelines.” Journal of Business Research 104 (2019): 333–339.
Sumney, Jerry L. “Romans 13 and the Demands of Empire.” Review & Expositor 121, no. 3–4 (2025).
Supriadi, Made Nopen, Manase Gulo, dan Iman Kristina Halawa. “Theological Basis for Obedience to the Government During the Covid-19 Pandemic in Indonesia.” Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat 5, no. 2 (2021): 213–223.
Susanta, Yonatan K. “Orang Kristen dan Politik: Belajar dari Kasus Salomo dan Adonia dalam Persaingan Menuju Takhta.” DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 4, no. 1 (2019): 22–36.
Yasinta, Priska, dan Wie Wie Chandra. “Kasih dan Takut Akan Allah sebagai Dua Pilar Sikap Patuh kepada Pemerintah: Sebuah Tinjauan Gramatika-Historis Roma 13:1–7.” 2021.
Zaluchu, Sonny Eli. “Sudut Pandang Etika Kristen Menyikapi Pembangkangan Sipil (Civil Disobedience).” DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 3, no. 1 (2018): 24–36.