PERSEMBAHAN JEMAAT : Konsep Teologis dan Implementasi Praktis

Isi Artikel Utama

Fiska Natalia
Purwanto Purwanto

Abstrak

Memberi persembahan merupakan salah satu bentuk ungkapan syukur, tanda penebus salah, dan tanda keselamatan kepada Allah ungkapan syukur umat Kristen kepada Allah  atas segala berkat yang telah diberikan Tuhan sehingga ada pemberian persembahan. Sejak sekolah minggu mereka sudah di ajarkan untuk memberikan persembahan yaitu memberikan sebagian milik mereka yang berbentuk materi atau uang. Persembahan bukan saja tentang uang tetapi juga dengan pelayanan kita di gereja,membantu menolong sesama,mengasihi sebagai mana Tuhan mengasihi kita itu juga bentuk persembahan. Metode yang dipakai dalam penelitiaan ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskripstif. Metode penelitian kualitatif adalah penelitian lapangan dengan cara pengambilan data langsung ke lapangan, terlibat dengan masyarakat dan turut merasakan apa yang kita rasa kan itu harus kita injil kan sepaya banyak jiwa yang di selamatkan Bukan hanya orang Kristen saja tetapi semusa bangsa sehingga misi Yesus dapat mudah  mereka rasakan sekaligus mendapat gambaran yang harus kita tunjukan kasih Allah itu yang lera mati untuk semua umat manusia ini,sering kali Gereja gereje hanya ingin mengembangkan umat nya saja kalau hanya umat Kristen saja yang di injilkan kasihan mereka yang beragama lain yang masih belum percaya,masih hidup dalm keterikatan kita sebagai jiwa jiwa yang di menangkan.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Natalia, F., & Purwanto, P. (2025). PERSEMBAHAN JEMAAT : Konsep Teologis dan Implementasi Praktis . STT Kingdom, 5(1), 80–88. Diambil dari https://ojs.sttkingdom.ac.id/index.php/Theo/article/view/133
Bagian
Articles

Referensi

Dewan Gereja-Gereja di Indonesia, Kemandirian Gereja (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1981), 72.

Ulrich Beyer, et al., Memberi dengan Sukacita (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2008), 152. Lihat juga R.M. Luntungan, Beberapa Catatan Ketatalayanan (Jakarta: BPK Gunung Mulia), 29