Menyatakan Kerajaan Allah Di Dunia Seni Budaya Pada Hari Raya Natal Di GBI ROCK Lembah Pujian Denpasar, Bali

Isi Artikel Utama

Heintje Barry Kobstan
Yeremia Putra Aji

Abstrak

Dunia yang telah jatuh dalam dosa membuat seluruh umat manusia hidup dalam bayang bayang maut. Hal tersebut memberikan pengaruh signifikan bagi kehidupan manusia dan segala  kegiatan yang dilakukannya. Manusia dan segala kegiatan yang dilakukannya cenderung mencondongkan diri pada dosa dan kegelapan tersebut. Oleh karena itu gereja hadir sebagai representasi Allah yang telah hadir dalam rupa Yesus Kristus ribuan tahun yang lalu di tengah dunia yang gelap, penuh dosa, serta bayang bayang maut. Gereja hadir untuk mewujudkan kehidupan kerajaan Allah yang kudus bagi setiap manusia yang hidup. Gereja juga mendapat peran penting dalam hal ini untuk menyatakan kasih Allah melalui karya penebusan yang dilakuakan oleh Yesus Kristus di atas kayu salib. Disisi lain, Gereja juga telah dipilih Allah untuk menyebar luaskan pesan keselamatan atas kuasa dosa dan maut bagi setiap umat manusia. Gereja seharusnya mampu memberi pengaruh atas segala aspek kehidupan manusia termasuk di dunia seni budaya. Hal tersebut tampaknya dianggap penting karena  Gereja dan seni budaya telah berdampingan sejak lama dan saling berkaitan antara satu dengan yang lain. Oleh karena itu melalui penelitian ini penulis mengajak pembaca untuk mengetahui bagaimana gereja dapat menjadi sarana Allah untuk menyatakan kerajaannya di dunia seni budaya.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Kobstan, H. B., & Aji, Y. P. . (2025). Menyatakan Kerajaan Allah Di Dunia Seni Budaya Pada Hari Raya Natal Di GBI ROCK Lembah Pujian Denpasar, Bali. STT Kingdom, 5(1), 66–79. Diambil dari https://ojs.sttkingdom.ac.id/index.php/Theo/article/view/131
Bagian
Articles

Referensi

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama